Selasa, 15 Oktober 2013

THE NEXT DAY 


 Seorang gadis bernama Sarah, dia duduk di bangku kelas 3 smk. dia anak yang pintar, namun agak malas. ia anak yang sederhana. ayahnya karyawan swasta dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. ia mempunya adik umur 8 tahun yang bernama Banu.

"eh ... satu bulan lagi kita udah UN nih. gimana kalo kita belajar bareng ?" tanya Sulis temannya Sarah yang over PD.

"kapan ?" tanya Anto. dia menolehkan kepalanya.

"sabtu ini dirumah Sarah" jawab Sulis sambil menebarkan senyum manisnya ke arah Sarah.

dengan  muka kaget Sarah berkata "dihh .... siapa yang ngajakin kenapa jadi gue yang di repotin ?"

Reza ikut menimpal " ihh ngerepotin gimana si sayang ? kita-kita kan cuma numpang belajar"

"dan juga numpang makan, oke makan mah no problem buat gue . tp juga numpang nyampah, berisik, berantakin rumah gue, iya kan ?" muka sarah mulai di tekuk. Anto, Sulis, dan Reza hanya tertawa dan manggut-manggut.

fix hari sabtu mereka berempat jadi belajar bersama, dengan ribut dan canda mereka akhirnya jam 4 sore mereka telah selesai dan mendapat bekal untuk UN bulan depan.

setiap hari sabtu sepulang sekolah mereka selalu membahas soal-soal untuk bekal UN nanti. dan tepat hari ini pas UN dimulai. seminggu sebelum UN mereka berempat mendadak menjadi orang yang ahli ibadah. pasti kalian tahu apa maksud mereka berempat.

hari pertama Bahasa Indonesia, Alhamdulillah lancar.
hari kedua Bahasa Inggris, lancar juga.
hari ketiga Matematika, oh no .... anak-anak di sekolah ini sepulang ujian langsung berubah menjadi pucat semua. untuk hari ketiga mereka agak kesulitan, karena rata-rata murid-murid sekolahan mana pun menganggap pelajaran Matematikan adalah pelajaran yang paling sulit. tapi tidak untuk mereka beempat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar